Jumat, 22 Februari 2013

20.18 - No comments

Inspirasi dari FPPI FIK UI 2012


Jum’at, 22 Februari 2013

Alhamdulillah.. Hari ini mendapatkan kejutan..
Kejutan dari teman-teman seperjuangan..
Perjuangan dalam dakwah, ukhuwah, dan kuliah..







Jazakallah Khairan Katsiran kepada para teman-teman Rangers BPH FPPI 2012 (Citra T. F., Syarifah Lubbna, Saras Anindya N., Rosiana, Minati Ramadhani, Rensita N. U., Indri Puspitasari, Retno Indah P., dkk). Khususnya buat adiknya Citra yang telah membuatkan gambar karikatur ini. Pikiran pun langsung teringat awal kepengurusan di FPPI tahun lalu ketika memegang gambar ini. Perjuangan kita mulai bersama dalam medan juang dakwah. Saat ini, kita pun sudah akan mulai berjuang lagi. Berjuang dengan tema skripsi masing-masing, berjuang di Keperawatan Gerontik & Praktik Keperawatan Gerontik, Serta berjuang dalam mengeratkan ukhuwah kita semua.

Semoga ukhuwah ini akan seperti:
Mata dengan tangan. Ketika tangan terluka, mata menangis. Ketika mata menangis tangan menghapusnya.
Sejuknya embun pagi yang selalu menyejukkan hati ketika menyambut sang mentari.
Pengingat sejati yang selalu mengingatkan diri ketika mulai jauh dari Illahi.

 Salam Ukhuwah.. Salam Sukses..

Rabu, 07 November 2012

15.59 - No comments

Milad FPPI FIK UI 14th (dari berbagi sampai kolaborasi)



“Satukan Langkah, Eratkan Ukhuwah” adalah jargon yang selalu dikumandangkan oleh seluruh mahasiswa muslim FIK UI khususnya pada anggota Forum Pengkajian dan Pengamalan Islam FIK UI (FPPI FIK UI) tahun 2012. Untuk mewujudkan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) yang dapat menyatukan langkah dan mengeratkan ukhuwah dibutuhkan kinerja dan perjuangan dakwah yang ekstra semangat dan ekstra ikhlas. Perwujudan tujuan LDF tersirat dalam program kerja yang akan dilaksanakan. Nah dalam bulan November tepatnya tanggal 3, FPPI mengadakan Program Kerja “Milad FPPI 14th”. Pasti banyak yang menanyakan kalau FPPI terbentuk pada tanggal 3 November 1998. Pernyataan tersebut salah teman, FPPI itu terbentuk pada tanggal 25 September 1998. Lalu kenapa serangkaian acara “Milad FPPI 14th” dilaksanakan pada tanggal 3 November 2012 ini? Mari cari tau jawabannya.

Acara ini sudah kita (BPH Inti & MP: Mustaf, Lulu, Minati, Saras, Citra, Ochi, Nova, Kak Nimma) rencanakan sejak terbentuknya struktur kepengurusan FPPI FIK UI 2012. Alhamdulillah kami pun sudah menemukan Project Officer (PO) dari acara “Milad FPPI 14th” ini. PO yang selalu semangat, optimis, dan tersenyum dalam kondisi apapun. Barakallah Santi Ayu Lestari FIK UI 2010 yang sudah bersedia menerima amanah ini. Latar belakang dibentuknya acara ini adalah kita sangat ingin mengetahui dengan pasti terbentuknya FPPI FIK UI dan ingin mengumpulkan alumni FPPI FIK pada khususnya dan muslim FIK pada umumnya. Jujur dari Ketua FPPI tahun-tahun sebelumnya sudah pernah kami tanyakan terkait tanggal dan tahun terbentuknya FPPI FIK UI. Untuk tanggal banyak yang sudah mengetahui bahwa FPPI terbentuk pada tanggal 25 September, Permasalahan yang kita hadapi adalah pada tahun terbentuknya FPPI. Banyak para Ketua FPPI yang belum mengetahui dengan pasti tahun lahirnya FPPI. Jika diibaratkan seorang manusia, apa yang akan kalian lakukan ketika lupa dengan tahun kelahiran diri sendiri? Kita tidak bisa mengetahui sejauh mana kita berjuang dan berjalan, sejauh mana apa yang bisa kita perbuat selama hidup, dan kita pun tidak punya parameter untuk mengukur target-target pencapaian kita selama hidup. Benar kan? Berbagai usaha kami lakukan dan menanyakan kepada para alumni FIK UI terkait tahun terbentuknya FPPI. Allah SWT yang Maha Mengetahui melihat usaha dan kegundahan kita. Allah SWT memberikan jawaban tentang tahun terbentuknya FPPI melalui Perkumpulan Alumni FIK UI tahun 1998 yang diadakan di Monas Jakarta bulan September 2012 lalu. Secara tidak langsung, Kak Novi yang salah satu alumni FIK UI 1998 menghubungi kami terkait perkumpulan Alumni FIK UI 1998 yang diadakan di Monas tersebut. Tanpa berpikir panjang, Kami (Mustaf, Lulu, Minati, Hifni, dan Santi yang merupakan PO “Milad FPPI 14th” dkk) bersemangat untuk bersilaturrahim bersama kakak-kakak di Monas. Dari sini lah kita mendapatkan jawaban bahwa FPPI FIK UI terbentuk pada tanggal 25 September 1998. :)

Kepanitiaan “Milad FPPI 14th” sudah terbentuk dan siap untuk berkontribusi untuk mensyiarkan dan menyukseskan acara. Tujuan lain diadakan acara ini adalah untuk menyolidkan pengurus internal FPPI FIK UI 2012 karena semua panitia diambil dari anggota FPPI FIK UI 2012. Perencanaan berubah, tidak semua anggota FPPI FIK UI 2012 masuk dalam kepanitiaan ini karena banyak yang sudah mengemban amanah ditempat lain. Langkah awal untuk memulai kami rasakan sangat berat karena kami teman-teman FIK UI 2009 banyak yang kuliahnya di TK, Jalan Raya, Terminal, dll. Kami pun (khususnya Mustaf) kurang memantau perkembangan kepanitiaan ini. Hingga akhirnya teman-teman panitia pun menyatakan keberatan karena kepanitiaan ini tidak seperti yang lain (INUFEST 2012, Seminar Kemuslimahan, dll) yang selalu dipantau secara penuh oleh BPH Inti. Punten ya buat teman-teman panitia “Milad FPPI 14th”, Mustaf telah Menzalimi kalian. Komunikasi secara langsung memang memberikan efek besar dan setelah itu mencoba untuk fokus ke “Milad FPPI 14th”.

Sangat bersyukur memiliki teman-teman hebat sepeti kalian kawan. Ini adalah program kerja perdana yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Kalian bekerja dengan ikhlas dan semangat tanpa ada LPJ acara sebelumnya dan tanpa ada konsep acara yang sama sebelumnya di FIK. Semangat kalian ibarat arus listrik yang mengalir begitu capat, menyengat begitu kencang, dan menyalakan lampu begitu terang. Berbagai rangkaian acara “Milad FPPI 14th” seperti Kajian Islam Akbar, Konser Amal, Cek Kesehatan Gratis, dan Silaturrahim Akbar Alumni FPPI dilaksanakan dalam 1 hari. Perjuangan dan kebersamaan baru terasa ketika H-1 acara. Semangat untuk memasang umbul-umbul, spanduk, persiapan peralatan, bendera-bendera Indonesia dan Palestina, bahkan di Gedung B FIK UI terpasang bendera raksasa Indonesia dan Palestina. Ketika kita melihat bendera tersebut, semangat kita pun menyatu dan berkobar untuk senantiasa memikirkan dan membantu saudara-saudara kita di Palestina.


“Untuk mu jiwa-jiwa kami... Untuk mu darah kami.. Untuk mu jiwa dan darah kami.. Wahai Al-Aqso tercinta..”

Langit gelap, mendung, dan mencekam di hari Sabtu 3 November 2012. Kami yakin gelapnya langit yang menyebabkan turunnya hujan ini bukan suatu musibah bagi kami, ini adalah anugerah. Langit pun menangis (red: Hujan) karena menyaksikan kinerja panitia yang berjuang untuk saudara-saudara kita di palestina. Acara pertama dimulai dengan Kajian Islam (Kalam) Akbar. Acara ini diisi oleh Bang Isa (Suami Mbak Asma Nasia) dan Ustad Bendri. Karena acara ini FREE ENTRY ya yang datang tidak bisa kami pastikan. Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 dan peserta pun belum ada. Kursi-kursi Auditorium FIK UI hanya dipenuhi oleh panitia. Apa yang akan kita lakukan? Apakah tetap dimulai?. Kita harus konsisten kawan, ada atau tidak adanya peserta acara tetap harus dimulai. Acara pun dimulai pada pukul 09.00. Materi yang disampaikan oleh Bang Isa dan Ustad Bendri bertemakan tentang “Berbagi Untuk Hidup yang Lebih Berarti”. Materi yang disampaikan menyadarkan kita untuk bijak dan cerdas dalam beramal dan bershadaqoh. Amal itu identik dengan: yang penting ikhlas. Itu memang penting kawan, tetapi jelaslah berbeda seseorang yang beramal ikhlas Rp 100.000 dengan yang beramal ikhlas Rp 1.000 (Uangnya terkadang uang sisa belanja dan kumel lagi). Kita pun sering memberikan uang kepada pengemis (pengemis di Indonesia sudah menjadi Profesi) di jalanan dan malas untuk membeli tissu, minuman, makanan yang dijual oleh pedagang asongan di jalanan. Andaikan kita bisa mendengarkan isi hati seseorang, orang penjual keliling tersebut akan bilang “Ya Rabb.. Mereka hanya dengan berpakaian kumel dan duduk mendapatkan banyak uang, sedangkan aku yang berputar-putar menjual tissu, minuman, makanan dibawah panasnya mentari sangat sulit untuk mendapatkan pembeli yang ikhlas”. Konsep shodaqoh itu bukan hanya memberi, tetapi juga harus bisa memberdayakan seseorang. Setuju??

Acara dilanjutkan oleh penampilan beberapa tim Nasyid seperti Gradasi, Izzatul Islam Junior, Senapan (Senandung 48) dll. Acara tersebut terangkum dalam penuansaan Konser Amal. Konser Amal untuk saudara-saudara kita di Palestina yang selalu dijajah oleh Israel. Mereka tidur tidak tenang, anak-anak sudah diperlihatkan hal-hal yang berbau kekerasan, bahkan untuk menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an pun mengalami kesulitan. Itulah salah satu alasan mengapa kita harus dan wajib membantu, memikirkan, dan menyelipkan do’a terbaik disetiap sholat kita untuk saudara-saudara di Palestina. Di dalam Konser Amal tidak hanya diisi oleh senandung Nasyid, tetapi juga ada orasi dari Ustad Muqoddam dan Kak Agung yang sudah berpengalaman dan pernah ke Palestina. Peserta sudah mulai banyak dan alhamdulillah total dana yang terkumpul mencapai 12 juta an (Insyaalloh masih bertambah lagi). Subhanalloh.. Luar biasa kinerja panitia. Segala sesuatu yang dilaksanakan karena Allah SWT dan untuk Allah SWT pasti akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Allah Maha Kaya (AL GHANIYY).

Bersamaan dengan berlangsungnya Konser Amal, para Alumni FPPI sudah mulai berdatangan untuk ikut Silaturrahim Akbar (Silakbar). Alumni yang konfirmasi mencapai 20 an, tetapi ketika acara hanya ada belasan alumni yang datang. Oleh karena itu, kita sempat merubah konsep yang semestinya dilakukan. Sedikitnya alumni yang datang tidak menjadikan sedikit pula semangat kita. Bahkan semangat ini pun menyala karena ada alumni 1998 bersedia datang dan salah satunya adalah pendiri ILMIKI. Berbagai ide dan pemikiran untuk menyatukan alumni tersampaikan dari berbagai pihak dan angkatan. Hasil akhir dari pertemuan ini adalah kita berkomitmen untuk menyatukan semua Alumni Muslim FIK UI pada umumnya dan FPPI FIK UI pada khususnya pada bulan April 2013 nanti kita akan mengadakan sebuah acara yang mengumpulkan semua alumni dan membuat struktur kepengurusan ikatan alumni.


Milad FPPI FIK UI 14th (dari berbagi sampai kolaborasi). “Berbagi untuk hidup yang lebih berarti” di Kajian Islam Akbar yang menyadarkan kita untuk bershadaqah yang bersifat memberdayakan (The Art of Giving, The Miracle of Giving), ”Indahnya berbagi melalui melodi persaudaraan untuk palestina” di Konser Amal, dan Silaturrahim Akbar yang bertujuan untuk berkolaborasi dengan para alumni untuk memajukan FPPI dan Lembaga Kemahasiswaan di FIK UI secara bersama-sama. Berbagi akan lebih berarti jika dilaksanakan secara kolaborasi. Indahnya kebersamaan dalam keindahan ukhuwah.
Tiada kata seindah do’a. Do’a untuk kesuksesan dan kelancaran kalian semua panitia Milad 14th FPPI untuk menjalani hari dan mensyiarkan Islam di FIK. Jazakallah khoiron katsiron untuk Santi Ayu Lestari sebagai Project Officer (PO) “Milad FPPI 14th” dan semua panitia Eno, Sopha, Nani, Esti, Ikhsan, Rahmi, Lastiti, Annisa, Arif, Dea, Hanun, Yusnita, Anin, Ichi, Aulia, Alif, Yulia, dan semuanya yang tidak mungkin disebutkan satu-satu. Kalian memang hebat, mampu memberikan waktunya, tenaganya, hartanya, jiwanya, dan segalanya untuk “Milad FPPI 14th”. Jadikanlah segala hal yang telah kita lakukan sebagai pembelajaran bagi diri kita sendiri. Kami BPH Inti tidak bisa memberikan apa-apa untuk mengapresiasi kinerja kalian. Hanya Allah SWT yang dapat membalas semua kinerja kalian dengan hal terindah di Akhirat nanti. Teruslah berjuang dalam syiar islam di FIK kedepannya. 20 tahun yang akan datang jika adik-adik kita di FIK menanyakan tanggal dan tahun FPPI FIK UI dibentuk tidak akan bingung lagi, jika mereka menanyakan siapa yang membentuk mengumpulkan alumni hingga solid sampai sekarang? Jawabannya adalah kalian kawan, kalian yang bekerja keras untuk masa depan FPPI, Lembaga Kemahasiswaan FIK, FIK, UI, dan Keperawatan di Indonesia.

Milad 14th FPPI: Membangun Kebersamaan dan Kebermanfaatan untuk Ummat
Milad 14th FPPI!!!! Solid dan Bermanfaat... ALLOHUAKBAR!!! :D 
Salam Sukses untuk semuanya..

Kamis, 08 Maret 2012

21.01 - No comments

Multiculturalism is Important to know

MULTICULTURALISM

As an archipelagic country, Indonesia has wide range or cultures. Because of the difference that, Indonesia has the motto “Unity in Diversity” which means “difference but still one”. Not only limited to Indonesia as a developing country that has a variety of cultures. Developed countries also have it. The many differences in each country convince us the importance of cultural differences or commontly referred to as multiculturalism. Spesifically, the meaning of multiculturalism is an ideology that recognizes and glorifies differences in equality, both individually and culturally (Fay 1996; Jary and Jary 1991; Watson 2000).
Awareness of multiculturalism in the United States begun on the conflict between the majority (white skin) to minorities (black skin) in 1950. In 1960, minorities have been able to get their rights thanks to his efforts. In 1970 suffered a variety of related problems because of cultural differences. Finally all the problems can be solved through multicultural education in various educational institutions. Multiculturalism in United States has been so visible because it established the federal level. Multiculturalism is not only formed because of the diversity of cultures that exist. But also emphasized the diversity in equality. Freedom is on hold in full in United States both freedom or religion, opinion, freedom of dress, even sexsual freedom. This is very contrary to the nation of Indonesia.
Indonesia was established on diversity will not quite know the full meaning of multiculturalism. Indonesia very understand about religious tolerance and freedom of opinion. In fact, every culture and customs is recognized by all citizens of Indonesia. But once again that the meaning of multiculuralism in Indonesia is not emphasized on equality s much noise and various conflicts coused by differences in race, class, even religion.
The violence occurs due to differences make my heart to do something. No distinction should be resolved with violence. It is undeniable that there are definitely differences in life the culture of Indonesia and United States also have differences and those differences could be learning and input without changing the identity of the nation. Small activities such as multicultural education must be applied at an early age to make people aware of the importance of multiculturalism. This education can be given to students of primary school, secondary, and college. Multiculturalism education should always be given every education level. Remember that the concept of multicuturalism cann’t be equated with the concept of the ethnic or cutural diversity that characterize ethnic prular society, because multiculturaism emphasizes cultural diversity in equaity.
Reference:
Fay, B. 1996. Contemporary Philosophy of Social Science: A Multicultural Approach. Oxford: Blackwell.
Jary, D. dan J. Jary. 1991. ‘Multiculturalism’, Dictionary of Sociology. New York: Harper. Hlm.319.
Watson, C.W. 2000. Multiculturalism. Buckingham-Philadelphia: Open University Press.

Rabu, 21 September 2011

10.54 - No comments

THE IMPORTANT OF INTER-PROFESSIONAL EDUCATION (IPE) TO REMOVE CONFLICT INTER-PROFESSIONAL


The development of a nation can be seen from how great the quality of education in it self country. As a developing country, Indonesia needs a little renovation education system. Education must bring and produce a positive image, but sometimes can causes of conflict and negativity. If we talk about education is very wide-ranging. Health sciences, natural sciences and social sciences including education which sometimes make to conflict. We can take a small example in which a health professional each other down when in the world of work. Each other no visible authority cooperation and interpret what they have in the health sphere. For example, a nurse in Kutai, East Kalimantan, named Misran prisoner was dragged to a chair and eventually found guilty of providing prescription drugs to the community. In fact, according to Law 36/2009 on Health was mentioned only doctors who are eligible to hard drugs. (Tribunnews.com - Thursday, May 6, 2010 18:53 pm) The problems started from role ambiguity, lack of communication, and most importantly, do not get the course interprofessional education (IPE) while on campus. In this paper will discuss what it is and the importance of interprofessional education (IPE) in the field of education.
IPE is not a new concept initiated. The professors and health practitioners must have heard the concept of IPE. Actually there are many understanding about  IPE. According to The World Health Organization (WHO), IPE is “the process by which a group of students or workers from the health-related occupations with different backgrounds learn together during certain periods of their education, with interaction as the important goal, to collaborate in providing promotive, preventive, curative, rehabilitative, and other health-related services.” (WHO, 1988). In the United Kingdom, IPE is being used as a vehicle to drive health care-related policy goals. For example, there is a plan within National Health Service (NHS) in the Department of Health (DOH) that is requesting the creation of a single program for all health care professionals (Departement of Health, 2000). The goal of the program is to lay a foundation to provide students and staff with the resources they need to be able to change career paths with ease. This initiative will also promote collaboration, team work, and creation of new working atmospheres. We can get poin from many understanding about IPE that IPE is the cooperation between the various professions education.
We must mirror to the other nations we need to do to make better health education. University of Minnesota and University of Toronto has implemented a system of IPE in the education system. University in both the health of all learners should be competent in collaborating at the time they graduate. The application of this started in early 2009. The componen of curriculum IPE in both of University are:
University of Minnesota
University of Toronto
􀂃 Patient Centered Focus
􀂃 Establishment of a Common Goal
􀂃 Understanding of Other Members' Roles
􀂃 Confidence in Other Team Members
􀂃 Flexibility in Roles
􀂃 Joint Understanding of Group Norms
􀂃 Mechanism for Conflict Resolution
􀂃 Development of Effective Communications
􀂃 Shared Responsibility for Team Actions
􀂃 Evaluation and "Feedback"
KNOWLEDGE
􀂃 roles of other health professionals
SKILLS
􀂃 communicating with others and reflecting upon my
role and others
ATTITUDES
􀂃 mutual respect
􀂃 willingness to collaborate
􀂃 openness to trust

Resources: University of Toronto. Health Professional Collaborator Competencies. Accessed August 10, 2011,from http://ipe.utoronto.ca/Educators/competencies.htm
University of Minnesota. (1996, September 1). A Report by the Academic Health Center Task Force on Interdisciplinary Health Team Development. Accessed August 10, 2011, from

The conclusion is as a developing country and to reach the goal MDGs, healthy communities, healthy indonesia, and many more. We must apply IPE in our education system especially in health education system. There are three point to realize and to implement IPE. First, definition of IPE should be complete and clear so that no overlap between the health professions. Second, IPE must consist of some special purpose that is easily understood by students. Third, one set of core competencies should exist, regardless of discipline and geographic location. My action plan is do campaign about IPE and all health faculty must be combined in each University.

References:
  1. Department of Health (2000) A Health Service for all the talents: developing the NHS workforce. London: Department of Health
  2. Learning together to work together for health. Report of a WHO study group on multiprofessional education of health personnel: the team approach. World Health Organization Technical Report Series. Geneva: World Health Organization, 1988;769:1-72.
  3. www.tribunnews.com. Accessed August 10, 2011.